Powered By Blogger

Minggu, 23 Mei 2010

Ketika Rasa Itu Datang


Pertemuan yang indah, dan teramat sangat berkesan.

Hari ini seperti biasa aku duduk di tempat ku. Memang hari ini sampai dua minggu ke depan akan ada acara di kantor, satu persatu tamu undangan datang. Tamu pertama datang dan sudah di antar langsung ke hotel. Lalu tamu berikutnya datang. Seseorang yang bertubuh tinggi tegap, rambut rapi dan sopan. Sambil menunggu mobil yang akan mengantarkannya, kami berbincang-bincang. dia bnyak bertanya padaku. Dan yang membuatku terkejut, tiba-tiba dengan spontannya dia meminta no handphone ku, dan yang lebih mengherankan lagi, tiba-tiba saja aku beri tahu no handphone ku.
Lalu pertemanan kita berlanjut di telpon dan sms, kita ngobrol lebih banyak di telepon. Dan tiba-tiba lagi dia mengajak ku jalan-jalan, sebenarnya entah apa yang ku rasakan padanya, tapi yang pasti aku merasa nyaman saat di dekatnya. Terlebih saat pertama kali kita jalan berdua, dari jalan bareng itu, kami makin akrab. Sesungguhnya ku sadari kalau aku menyukainya, aku suka sifatnya, gayanya yang sederhana, cara bicaranya, aku suka cowo sperti dia. Dan aku sadar kini aku menyukainya. Dan lebih parahnya aku mengharapkannya untuk menjadi pendampingku.
Seiring berjalannya waktu, aku makin kagum padanya dan semakin tau juga kehidupan. Sebenarnya cara bicaranya padaku itu seolah-olah ia ingin mengatakan kalau dia suka, tapi entah kenapa dia tidak pernah berani mengatakannya, setiap ada kesempatan untuk mengungkapkan dia seperti menghindar dan mengalihkan topik pembicaraan kami, padahal sudah sering juga aku memancing dia untuk menyatakan perasaannya. Dan akhirnya aku tau, ternyata dia sudah memiliki seorang kekasih di sana. Entah knp setelah mengetahui itu perasaan ku tak berubah padanya, rasa suka itu tetap ada untuknya. Sikapnya pun padaku tetap sama, dari cara dia bicara menunjukan dia juga menyukaiku dan ingin memiliki ku (entah mungkin hanya anganku saja).
Akhir minggu ini aku berencana pulang ke Bandung, sekalian libur selama 3 hari dari kantor. Seperti biasa aku pulang ke Bandung, tapi baru sehari di Bandung tiba-tiba aku merindukannya, rasanya ingin cepat-cepat aku kembali ke Bogor dan bertemu dengannya lagi. Hampir setiap hari dia menelponku selama aku di Bandung, suatu ketika dia menelponku, aku sedang ngobrol dengan mama, lalu mama ingin ngobrol dengannya sebentar, tentu saja di sini aku sudah ceritakan semuanya pada mama, aku senang mama terlihat mendukungku, lalu kuberikan telepon ku pada mama, entah apa yang mereka bicarakan, tapi yang jelas dia bilang malu. Aku senang dia ngobrol dengan mama, sedikit usaha biar lebih dekat, tapi kalau aku ingat pacarnya di sana, aku selalu berpikir ga mungkin aku bisa miliki dia, dia sudah punya pacar, dia sudah punya kekasih. Tapi perasaanku ga bisa di bohongi kalau aku menyukainya dan mungkin mulai menyayanginya. Aku hanya bisa berdoa dan memohon kepada Allah swt, semoga di berikan jalan terbaik untukku dan untuknya. Walau sesungguhnya aku sangat menginginkannya, tapi aku hanya bisa pasrah dan tawakal berharap ini semua akan berlalu dan berakhir dengan indah untuk semua.
Hari ini saatnya aku kembali ke Bogor, memang ini saat-saat yang ku tunggu. Sesampainya di Bogor aku ingin bertemu dengannya, dan akhirnya kami bertemu lagi, tak bisa ku ungkapkan perasaan ku saat itu, yang pasti aku sangat senang dan bahagia. Suatu perasaan yang sudah lama tak ku rasakan, berada nyaman di dekat orang yang ku sukai, dan mungkin ku sayangi. Kami bercerita banyak hal dan lebih mengenal satu sama lain. Jam berganti, manit berlalu dan detik pun terlewatkan, kami makin akrab dan serasa sangat dekat. Tiba-tiba dia memegang tanganku, aku kaget bukan kepalang, lalu dia bilang "mas deg-degan banget loh neng, ni pegang dada mas" dia mengarahkan tanganku ke dadanya, entah apa yang ku rasakan saat itu, aku sangat senang, kenangan yang indah bagiku. Hari makin malam, dia pun mengajakku pulang, aku kembali ke tempat kost ku, dan dia kembali ke hotel tempat dia menginap selama mengikuti pelatihan dari kantorku.
Aku pulang ke tempat ku dengan perasaan yang sangat bahagia, tapi jika aku ingat kalau detik-detik kami berpisah akan segera datang. Ya, acara pelatihan itu akan berakhir hari senin besok di kantorku, dan berarti tinggal sekali lagi aku bisa bertemu dengannya. Rasanya akan ada yang hilang setelah dia kembali ke Semarang, aku merasa takut dia akan melupakan ku. Karna aku ga mungkin bisa melupakannya sedikitpun, semuanya terlalu manis dan indah untuk di lupakan. Dia juga berkata, "andaikan aja mas di sini masih lama, mas sudah kerasan di Bogor, soalnya ada neng", ya ampun kata-katanya membuatku makin merindukannya.
Hari senin, hari terakhir dia berada di kantorku, hari terakhir pula aku bertemu dia. Sungguh berat memang, kugunakan kesempatan terakhir ini untuk solat dzuhur bersama, aku solat hanya berdua dengannya, sementara yang lain sudah solat lebih dulu. Selesai solat lama sekali aku berdoa, mohon pada-Nya agar kami di pertemukan kembali dalam waktu dan kondisi yang lebih resmi. Hari senin pun berlalu tanpa terasa, sang surya yang makin merapat ke peraduannya, membuat semua acara hari ini harus segera berakhir, begitu juga pertemuanku dengannya. Saat-saat yang paling ku hindari datang juga, mau tidak mau harus ku lewati dan kujalani takdir ini. Aku melihat bis yang di tumpanginya pergi meninggalkan kantor ku. Berat sekali aku melepasnya, berat sekali bagiku untuk berpisah dengannya. Kini ku berdoa, semoga kita di pertemukan kembali. Sms dia pun ku simpan di handphone ku "pulang dulu ya neng..smga prtemanan kita brlanjut', trmksh smuany mas nda bisa ngasih apa2, as wr wb"

bersambung, tunggu cerita selanjutnya, apa yang akan terjadi ..?? ga ada yang tau...semua'y rahasia Allah....:-)