Ada yang bilang kalau hidup ini mudah, ada yang bilang kalau hidup ini menyenangkan. Tapi kata-kata itu akan tidak akan keluar dari mulut kita, jika yang kita rasakan sebenarnya adalah berbanding terbalik. Takkan selamanya kita bilang kalau hidup ini indah, takkan selamanya kita bilang kalau hidup ini menyenangkan. Karena ada kalanya kita jaya dan berhasil, dan ada kalanya kita jatuh dan terpuruk.
Cerita hidup setiap orang pasti berbeda, kadang kita merasa iri pada kebahagiaan yang orang dapatkan, kadang kita merasa bahwa Tuhan tidak adil, kadang kita merasa menjadi orang paling malang di muka bumi ini. Tapi harus kita sadari bahwa di luar sana, di belahan dunia lain, masih banyak orang yang lebih menderita dari kita, lebih susah dari kita. Karena bila kita meyadari akan hal itu, kita tidak akan pernah mengeluh pada Tuhan, malah mungkin kita akan selalu bersyukur pada nikmat yang telah Tuhan berikan pada kita, yang mungkin orang lain takkan mendapatkan nikmat itu. Karena itu lah saya bilang kalau cerita hidup setiap manusia berbeda-beda.
Seperti halnya roda yang berputar, itulah hidup kita. Kadang di atas, kadang di bawah. Dan itu pasti.
Saya tahu pasti hidup tak semudah membalikan telapak tangan, karena saya tau dan saya rasakan sendiri bagaimana pahitnya menjalani hidup, bagaimana sakitnya di hina, bagaimana frustasinya di lecehkan, bagaimana pedihnya di remehkan orang, dan bagaimana mencoba kuat dan sabar saat segala hal yang tidak kita inginkan dalam hidup ini datang menghampiri kita. Saat semua itu datang justru kita sadar bahwa ini kekurangan kita, ini yang harus kita perbaiki. Kadang kita menangis dengan apa yang kita alami, kadang kita merasa depresi dan stress. Tapi menangis dan depresi itu hal yang wajar, setiap orang berbeda-beda menilai apa yang terjadi dalam hidupnya, setiap orang pasti punya ekspresi sendiri untuk meluapkan kesusahannya. Tapi sebuah nasihat menyadarkan kita, bahwa hidup kita ini panjang, dan dalam hidup ini masih banyak yang harus kita lakukan selain meratapi kesusahan yang ada. Kadang saya pun sering merasa tak kuat dengan apa yang saya alami, tapi saya sadar, saya masih punya Allah swt. Saya sadar bahwa hanya pada-Nya kita bisa berharap, hanya pada-Nya kita menyandarkan hati yang perih ini, hanya pada-Nya kita memohon dan meminta, karena kita ini milik-Nya dan akan kembali kepadanya (saya sadari betul itu).
Sering ku dengar ibuku berkata, " kita ga usah takut, kita hadapi dengan sabar, kita jalani dengan ikhlas, Allah itu ga tidur, Dia mengetahui dan melihat, kita ga usah takut, Dia yang berkuasa dan Dia yang mengatur semuanya, yang penting kita yakin, minta yang terbaik pada-Nya, jangan putus asa, dan tetap berusaha" , ku rekam dan ku ingat baik-baik pesan ibuku dalam pikiran dan hatiku, hanya seorang ibu dan kasih sayangnya yang tulus ikhlas yang membuatku bisa bertahan menghadapi pahitnya hidup di dunia ini.
Makin kita dewasa, makin rumit juga hidup yang harus kita jalani ini. Makin banyak ujian yang menghampiri. Bila kita bisa melalui dan menjalaninya dengan jalan Allah, insyaallah kita akan menjadi seorang yang lebih dewasa, lebih mengerti, dan lebih kuat. Dan insyaallah kita akan siap dan kuat menghadapi ujian demi ujian yang akan datang selanjutnya.
*tanda Allah menyayangi hambanya itu, dengan cara di berikannya ujian dan cobaan pada hambanya, jadi saya yakin Allah sayang pada saya dan itu yang membuat saya bisa kuat dan bertahan sampai saat ini, Alahmdulillah*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar