Sepintas perilaku depresi dan gila sama-sama menarik diri dari lingkungannya. Jangan salah, depresi dan gila jauh berbeda. Depresi bisa sembuh meski kadang bisa kambuh, sedangkan kegilaan masih sulit di obati.
Merasa murung dari waktu ke waktu adalah bagian normal dari kehidupan. Namun ketika kehampaan dan keputusasaan mengambil alih dan tak mau menghilang, ini mungkin saja depresi.
Ketila seseorang menarik diri dari lingkungan sekitarnya, sering sering dikatakan hal itu menandakan ciri-ciri seseorang gila.
Apa Beda Depresi dan Gila ??
Banyak awam mengira depresi sama dengan gila. Gila yang memiliki bahasa kedokteran skizofrenia ini tidaklah sama dengan depresi.
Depresi
Seseorang yang mengalami gangguan depresi memiliki keadaan jiwa yang tertekan atau kehilangan minat atau kesenangan dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten, setidaknya selama 2 minggu.
Gejala-gejala yang menandakan depresi :
1. Keadaan jiwa yang tertekan hampir sepanjang waktu dan hampir setiap hari, contoh merasa sedih atau hampa. Pada anak-anak dan remaja bisa saja menjadi suasana hati yang mudah marah.
2. Berkurangnya ketertarikan atau kesenangan secara nyata pada semua hal hampir setiap hari.
3. Menurunnya berat badan walau tidak sedang melakukan diet atau bertambahnya berat badan secara signifikan.
4. Insomnia atau hiperinsomnia hampir setiap hari.
5. Bergejolak atau terhambatnya psikomotorik hampir setiap hari.
6. Kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari.
7. Perasaan tidak berharga, berlebihan, atau perasaan bersalah yang tidak tepat hampir tiap hari.
8. Berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi atau timbul ketidakyakinan hampir setiap hari.
9. Terus-menerus berpikir tentang kematian atau bunuh diri tanpa ada rencana yang terperinci.
10. Percobaan bunuh diri atau rencana spesifik untuk bunuh diri.
Seseorang dikatakab depresi apabila mengalami 5 atau lebih dari tanda-tanda di atas.
Penybab depresi antara lain stress berat, mengalami shock berat, tekanan ekonomi dan sosial, faktor keluarga, teman, atau lingkungan yang tidak sehat. Alkohol dan penggunaan obat-obatan juga bisa memicu depresi.
Penanganan depresi :
Penanganan depresi bisa di lakukan dengan berbagai cara bisa berupa konseling, psikoterapi atau penggunaan obat-obatan antidpresen. Perubahan gaya hidup, seperti sering berolahraga bisa membantu mengatasi depresi ini.
Gila
Seseorang dikatakan gila atau skizofrenia bila memiliki 3 kriteria pemeriksaan seperti di bawah ini :
1. Characteristic Symptom (Dua atau lebih dari karateristik di bawah ini sering muncul selama 1 bulan)
a. Delusi
b. Halusinasi
c. Pembicaraan yang tak terorganisir, yang menandakan gangguan pemikiran umum.
d. Perilaku yang secara nyata terlihat tak terorganisir. (seperti tak sesuai berpakaian, sering menangis atau perilaku katatonik)
2. Gejala-gejala negative : Kurang atau menurunnya reaksi emosi (blunted effect), kurang atau menurunnya percakapan (alogia), atau kurang atau menurunnya motivasi (avolition).
3. Social / Occupational dysfunction
Untuk porsi waktu yang signifikan dari kemunculan gangguan, satu fungsi bagian atau lebih, seperti bekerja, relasi interpersonal, merawat diri secara nyata dibawah standar sejak kemunculan awalnya.
4. Duration
Berlanjutnya tanda-tanda kelainan secara terus-menerus sedikitnya selama 6 bulan
Penyebab Gila :
1. Keturunan
2. Bahan kimia pada otak
3. Pengidap gila sangat sensitif terhadap zat kimia.
4. Gangguan dalam otak
5. Komplikasi selama masa kehamilan dan kelahiran.
Penanganan :
1. Pengobatan antipsikotik
2. Pengobatan Atypical
3. Psikoterapi
4. Dukungan keluarga
5. Rehabilitasi
Rabu, 30 Juni 2010
Rabu, 16 Juni 2010
Jalani Sesuai Jalannya...!!!
Ada yang bilang kalau hidup ini mudah, ada yang bilang kalau hidup ini menyenangkan. Tapi kata-kata itu akan tidak akan keluar dari mulut kita, jika yang kita rasakan sebenarnya adalah berbanding terbalik. Takkan selamanya kita bilang kalau hidup ini indah, takkan selamanya kita bilang kalau hidup ini menyenangkan. Karena ada kalanya kita jaya dan berhasil, dan ada kalanya kita jatuh dan terpuruk.
Cerita hidup setiap orang pasti berbeda, kadang kita merasa iri pada kebahagiaan yang orang dapatkan, kadang kita merasa bahwa Tuhan tidak adil, kadang kita merasa menjadi orang paling malang di muka bumi ini. Tapi harus kita sadari bahwa di luar sana, di belahan dunia lain, masih banyak orang yang lebih menderita dari kita, lebih susah dari kita. Karena bila kita meyadari akan hal itu, kita tidak akan pernah mengeluh pada Tuhan, malah mungkin kita akan selalu bersyukur pada nikmat yang telah Tuhan berikan pada kita, yang mungkin orang lain takkan mendapatkan nikmat itu. Karena itu lah saya bilang kalau cerita hidup setiap manusia berbeda-beda.
Seperti halnya roda yang berputar, itulah hidup kita. Kadang di atas, kadang di bawah. Dan itu pasti.
Saya tahu pasti hidup tak semudah membalikan telapak tangan, karena saya tau dan saya rasakan sendiri bagaimana pahitnya menjalani hidup, bagaimana sakitnya di hina, bagaimana frustasinya di lecehkan, bagaimana pedihnya di remehkan orang, dan bagaimana mencoba kuat dan sabar saat segala hal yang tidak kita inginkan dalam hidup ini datang menghampiri kita. Saat semua itu datang justru kita sadar bahwa ini kekurangan kita, ini yang harus kita perbaiki. Kadang kita menangis dengan apa yang kita alami, kadang kita merasa depresi dan stress. Tapi menangis dan depresi itu hal yang wajar, setiap orang berbeda-beda menilai apa yang terjadi dalam hidupnya, setiap orang pasti punya ekspresi sendiri untuk meluapkan kesusahannya. Tapi sebuah nasihat menyadarkan kita, bahwa hidup kita ini panjang, dan dalam hidup ini masih banyak yang harus kita lakukan selain meratapi kesusahan yang ada. Kadang saya pun sering merasa tak kuat dengan apa yang saya alami, tapi saya sadar, saya masih punya Allah swt. Saya sadar bahwa hanya pada-Nya kita bisa berharap, hanya pada-Nya kita menyandarkan hati yang perih ini, hanya pada-Nya kita memohon dan meminta, karena kita ini milik-Nya dan akan kembali kepadanya (saya sadari betul itu).
Sering ku dengar ibuku berkata, " kita ga usah takut, kita hadapi dengan sabar, kita jalani dengan ikhlas, Allah itu ga tidur, Dia mengetahui dan melihat, kita ga usah takut, Dia yang berkuasa dan Dia yang mengatur semuanya, yang penting kita yakin, minta yang terbaik pada-Nya, jangan putus asa, dan tetap berusaha" , ku rekam dan ku ingat baik-baik pesan ibuku dalam pikiran dan hatiku, hanya seorang ibu dan kasih sayangnya yang tulus ikhlas yang membuatku bisa bertahan menghadapi pahitnya hidup di dunia ini.
Makin kita dewasa, makin rumit juga hidup yang harus kita jalani ini. Makin banyak ujian yang menghampiri. Bila kita bisa melalui dan menjalaninya dengan jalan Allah, insyaallah kita akan menjadi seorang yang lebih dewasa, lebih mengerti, dan lebih kuat. Dan insyaallah kita akan siap dan kuat menghadapi ujian demi ujian yang akan datang selanjutnya.
*tanda Allah menyayangi hambanya itu, dengan cara di berikannya ujian dan cobaan pada hambanya, jadi saya yakin Allah sayang pada saya dan itu yang membuat saya bisa kuat dan bertahan sampai saat ini, Alahmdulillah*
Cerita hidup setiap orang pasti berbeda, kadang kita merasa iri pada kebahagiaan yang orang dapatkan, kadang kita merasa bahwa Tuhan tidak adil, kadang kita merasa menjadi orang paling malang di muka bumi ini. Tapi harus kita sadari bahwa di luar sana, di belahan dunia lain, masih banyak orang yang lebih menderita dari kita, lebih susah dari kita. Karena bila kita meyadari akan hal itu, kita tidak akan pernah mengeluh pada Tuhan, malah mungkin kita akan selalu bersyukur pada nikmat yang telah Tuhan berikan pada kita, yang mungkin orang lain takkan mendapatkan nikmat itu. Karena itu lah saya bilang kalau cerita hidup setiap manusia berbeda-beda.
Seperti halnya roda yang berputar, itulah hidup kita. Kadang di atas, kadang di bawah. Dan itu pasti.
Saya tahu pasti hidup tak semudah membalikan telapak tangan, karena saya tau dan saya rasakan sendiri bagaimana pahitnya menjalani hidup, bagaimana sakitnya di hina, bagaimana frustasinya di lecehkan, bagaimana pedihnya di remehkan orang, dan bagaimana mencoba kuat dan sabar saat segala hal yang tidak kita inginkan dalam hidup ini datang menghampiri kita. Saat semua itu datang justru kita sadar bahwa ini kekurangan kita, ini yang harus kita perbaiki. Kadang kita menangis dengan apa yang kita alami, kadang kita merasa depresi dan stress. Tapi menangis dan depresi itu hal yang wajar, setiap orang berbeda-beda menilai apa yang terjadi dalam hidupnya, setiap orang pasti punya ekspresi sendiri untuk meluapkan kesusahannya. Tapi sebuah nasihat menyadarkan kita, bahwa hidup kita ini panjang, dan dalam hidup ini masih banyak yang harus kita lakukan selain meratapi kesusahan yang ada. Kadang saya pun sering merasa tak kuat dengan apa yang saya alami, tapi saya sadar, saya masih punya Allah swt. Saya sadar bahwa hanya pada-Nya kita bisa berharap, hanya pada-Nya kita menyandarkan hati yang perih ini, hanya pada-Nya kita memohon dan meminta, karena kita ini milik-Nya dan akan kembali kepadanya (saya sadari betul itu).
Sering ku dengar ibuku berkata, " kita ga usah takut, kita hadapi dengan sabar, kita jalani dengan ikhlas, Allah itu ga tidur, Dia mengetahui dan melihat, kita ga usah takut, Dia yang berkuasa dan Dia yang mengatur semuanya, yang penting kita yakin, minta yang terbaik pada-Nya, jangan putus asa, dan tetap berusaha" , ku rekam dan ku ingat baik-baik pesan ibuku dalam pikiran dan hatiku, hanya seorang ibu dan kasih sayangnya yang tulus ikhlas yang membuatku bisa bertahan menghadapi pahitnya hidup di dunia ini.
Makin kita dewasa, makin rumit juga hidup yang harus kita jalani ini. Makin banyak ujian yang menghampiri. Bila kita bisa melalui dan menjalaninya dengan jalan Allah, insyaallah kita akan menjadi seorang yang lebih dewasa, lebih mengerti, dan lebih kuat. Dan insyaallah kita akan siap dan kuat menghadapi ujian demi ujian yang akan datang selanjutnya.
*tanda Allah menyayangi hambanya itu, dengan cara di berikannya ujian dan cobaan pada hambanya, jadi saya yakin Allah sayang pada saya dan itu yang membuat saya bisa kuat dan bertahan sampai saat ini, Alahmdulillah*
Selasa, 15 Juni 2010
Minggu, 23 Mei 2010
Ketika Rasa Itu Datang

Pertemuan yang indah, dan teramat sangat berkesan.
Hari ini seperti biasa aku duduk di tempat ku. Memang hari ini sampai dua minggu ke depan akan ada acara di kantor, satu persatu tamu undangan datang. Tamu pertama datang dan sudah di antar langsung ke hotel. Lalu tamu berikutnya datang. Seseorang yang bertubuh tinggi tegap, rambut rapi dan sopan. Sambil menunggu mobil yang akan mengantarkannya, kami berbincang-bincang. dia bnyak bertanya padaku. Dan yang membuatku terkejut, tiba-tiba dengan spontannya dia meminta no handphone ku, dan yang lebih mengherankan lagi, tiba-tiba saja aku beri tahu no handphone ku.
Hari ini seperti biasa aku duduk di tempat ku. Memang hari ini sampai dua minggu ke depan akan ada acara di kantor, satu persatu tamu undangan datang. Tamu pertama datang dan sudah di antar langsung ke hotel. Lalu tamu berikutnya datang. Seseorang yang bertubuh tinggi tegap, rambut rapi dan sopan. Sambil menunggu mobil yang akan mengantarkannya, kami berbincang-bincang. dia bnyak bertanya padaku. Dan yang membuatku terkejut, tiba-tiba dengan spontannya dia meminta no handphone ku, dan yang lebih mengherankan lagi, tiba-tiba saja aku beri tahu no handphone ku.
Lalu pertemanan kita berlanjut di telpon dan sms, kita ngobrol lebih banyak di telepon. Dan tiba-tiba lagi dia mengajak ku jalan-jalan, sebenarnya entah apa yang ku rasakan padanya, tapi yang pasti aku merasa nyaman saat di dekatnya. Terlebih saat pertama kali kita jalan berdua, dari jalan bareng itu, kami makin akrab. Sesungguhnya ku sadari kalau aku menyukainya, aku suka sifatnya, gayanya yang sederhana, cara bicaranya, aku suka cowo sperti dia. Dan aku sadar kini aku menyukainya. Dan lebih parahnya aku mengharapkannya untuk menjadi pendampingku.
Seiring berjalannya waktu, aku makin kagum padanya dan semakin tau juga kehidupan. Sebenarnya cara bicaranya padaku itu seolah-olah ia ingin mengatakan kalau dia suka, tapi entah kenapa dia tidak pernah berani mengatakannya, setiap ada kesempatan untuk mengungkapkan dia seperti menghindar dan mengalihkan topik pembicaraan kami, padahal sudah sering juga aku memancing dia untuk menyatakan perasaannya. Dan akhirnya aku tau, ternyata dia sudah memiliki seorang kekasih di sana. Entah knp setelah mengetahui itu perasaan ku tak berubah padanya, rasa suka itu tetap ada untuknya. Sikapnya pun padaku tetap sama, dari cara dia bicara menunjukan dia juga menyukaiku dan ingin memiliki ku (entah mungkin hanya anganku saja).
Akhir minggu ini aku berencana pulang ke Bandung, sekalian libur selama 3 hari dari kantor. Seperti biasa aku pulang ke Bandung, tapi baru sehari di Bandung tiba-tiba aku merindukannya, rasanya ingin cepat-cepat aku kembali ke Bogor dan bertemu dengannya lagi. Hampir setiap hari dia menelponku selama aku di Bandung, suatu ketika dia menelponku, aku sedang ngobrol dengan mama, lalu mama ingin ngobrol dengannya sebentar, tentu saja di sini aku sudah ceritakan semuanya pada mama, aku senang mama terlihat mendukungku, lalu kuberikan telepon ku pada mama, entah apa yang mereka bicarakan, tapi yang jelas dia bilang malu. Aku senang dia ngobrol dengan mama, sedikit usaha biar lebih dekat, tapi kalau aku ingat pacarnya di sana, aku selalu berpikir ga mungkin aku bisa miliki dia, dia sudah punya pacar, dia sudah punya kekasih. Tapi perasaanku ga bisa di bohongi kalau aku menyukainya dan mungkin mulai menyayanginya. Aku hanya bisa berdoa dan memohon kepada Allah swt, semoga di berikan jalan terbaik untukku dan untuknya. Walau sesungguhnya aku sangat menginginkannya, tapi aku hanya bisa pasrah dan tawakal berharap ini semua akan berlalu dan berakhir dengan indah untuk semua.
Seiring berjalannya waktu, aku makin kagum padanya dan semakin tau juga kehidupan. Sebenarnya cara bicaranya padaku itu seolah-olah ia ingin mengatakan kalau dia suka, tapi entah kenapa dia tidak pernah berani mengatakannya, setiap ada kesempatan untuk mengungkapkan dia seperti menghindar dan mengalihkan topik pembicaraan kami, padahal sudah sering juga aku memancing dia untuk menyatakan perasaannya. Dan akhirnya aku tau, ternyata dia sudah memiliki seorang kekasih di sana. Entah knp setelah mengetahui itu perasaan ku tak berubah padanya, rasa suka itu tetap ada untuknya. Sikapnya pun padaku tetap sama, dari cara dia bicara menunjukan dia juga menyukaiku dan ingin memiliki ku (entah mungkin hanya anganku saja).
Akhir minggu ini aku berencana pulang ke Bandung, sekalian libur selama 3 hari dari kantor. Seperti biasa aku pulang ke Bandung, tapi baru sehari di Bandung tiba-tiba aku merindukannya, rasanya ingin cepat-cepat aku kembali ke Bogor dan bertemu dengannya lagi. Hampir setiap hari dia menelponku selama aku di Bandung, suatu ketika dia menelponku, aku sedang ngobrol dengan mama, lalu mama ingin ngobrol dengannya sebentar, tentu saja di sini aku sudah ceritakan semuanya pada mama, aku senang mama terlihat mendukungku, lalu kuberikan telepon ku pada mama, entah apa yang mereka bicarakan, tapi yang jelas dia bilang malu. Aku senang dia ngobrol dengan mama, sedikit usaha biar lebih dekat, tapi kalau aku ingat pacarnya di sana, aku selalu berpikir ga mungkin aku bisa miliki dia, dia sudah punya pacar, dia sudah punya kekasih. Tapi perasaanku ga bisa di bohongi kalau aku menyukainya dan mungkin mulai menyayanginya. Aku hanya bisa berdoa dan memohon kepada Allah swt, semoga di berikan jalan terbaik untukku dan untuknya. Walau sesungguhnya aku sangat menginginkannya, tapi aku hanya bisa pasrah dan tawakal berharap ini semua akan berlalu dan berakhir dengan indah untuk semua.
Hari ini saatnya aku kembali ke Bogor, memang ini saat-saat yang ku tunggu. Sesampainya di Bogor aku ingin bertemu dengannya, dan akhirnya kami bertemu lagi, tak bisa ku ungkapkan perasaan ku saat itu, yang pasti aku sangat senang dan bahagia. Suatu perasaan yang sudah lama tak ku rasakan, berada nyaman di dekat orang yang ku sukai, dan mungkin ku sayangi. Kami bercerita banyak hal dan lebih mengenal satu sama lain. Jam berganti, manit berlalu dan detik pun terlewatkan, kami makin akrab dan serasa sangat dekat. Tiba-tiba dia memegang tanganku, aku kaget bukan kepalang, lalu dia bilang "mas deg-degan banget loh neng, ni pegang dada mas" dia mengarahkan tanganku ke dadanya, entah apa yang ku rasakan saat itu, aku sangat senang, kenangan yang indah bagiku. Hari makin malam, dia pun mengajakku pulang, aku kembali ke tempat kost ku, dan dia kembali ke hotel tempat dia menginap selama mengikuti pelatihan dari kantorku.
Aku pulang ke tempat ku dengan perasaan yang sangat bahagia, tapi jika aku ingat kalau detik-detik kami berpisah akan segera datang. Ya, acara pelatihan itu akan berakhir hari senin besok di kantorku, dan berarti tinggal sekali lagi aku bisa bertemu dengannya. Rasanya akan ada yang hilang setelah dia kembali ke Semarang, aku merasa takut dia akan melupakan ku. Karna aku ga mungkin bisa melupakannya sedikitpun, semuanya terlalu manis dan indah untuk di lupakan. Dia juga berkata, "andaikan aja mas di sini masih lama, mas sudah kerasan di Bogor, soalnya ada neng", ya ampun kata-katanya membuatku makin merindukannya.
Hari senin, hari terakhir dia berada di kantorku, hari terakhir pula aku bertemu dia. Sungguh berat memang, kugunakan kesempatan terakhir ini untuk solat dzuhur bersama, aku solat hanya berdua dengannya, sementara yang lain sudah solat lebih dulu. Selesai solat lama sekali aku berdoa, mohon pada-Nya agar kami di pertemukan kembali dalam waktu dan kondisi yang lebih resmi. Hari senin pun berlalu tanpa terasa, sang surya yang makin merapat ke peraduannya, membuat semua acara hari ini harus segera berakhir, begitu juga pertemuanku dengannya. Saat-saat yang paling ku hindari datang juga, mau tidak mau harus ku lewati dan kujalani takdir ini. Aku melihat bis yang di tumpanginya pergi meninggalkan kantor ku. Berat sekali aku melepasnya, berat sekali bagiku untuk berpisah dengannya. Kini ku berdoa, semoga kita di pertemukan kembali. Sms dia pun ku simpan di handphone ku "pulang dulu ya neng..smga prtemanan kita brlanjut', trmksh smuany mas nda bisa ngasih apa2, as wr wb"
Aku pulang ke tempat ku dengan perasaan yang sangat bahagia, tapi jika aku ingat kalau detik-detik kami berpisah akan segera datang. Ya, acara pelatihan itu akan berakhir hari senin besok di kantorku, dan berarti tinggal sekali lagi aku bisa bertemu dengannya. Rasanya akan ada yang hilang setelah dia kembali ke Semarang, aku merasa takut dia akan melupakan ku. Karna aku ga mungkin bisa melupakannya sedikitpun, semuanya terlalu manis dan indah untuk di lupakan. Dia juga berkata, "andaikan aja mas di sini masih lama, mas sudah kerasan di Bogor, soalnya ada neng", ya ampun kata-katanya membuatku makin merindukannya.
Hari senin, hari terakhir dia berada di kantorku, hari terakhir pula aku bertemu dia. Sungguh berat memang, kugunakan kesempatan terakhir ini untuk solat dzuhur bersama, aku solat hanya berdua dengannya, sementara yang lain sudah solat lebih dulu. Selesai solat lama sekali aku berdoa, mohon pada-Nya agar kami di pertemukan kembali dalam waktu dan kondisi yang lebih resmi. Hari senin pun berlalu tanpa terasa, sang surya yang makin merapat ke peraduannya, membuat semua acara hari ini harus segera berakhir, begitu juga pertemuanku dengannya. Saat-saat yang paling ku hindari datang juga, mau tidak mau harus ku lewati dan kujalani takdir ini. Aku melihat bis yang di tumpanginya pergi meninggalkan kantor ku. Berat sekali aku melepasnya, berat sekali bagiku untuk berpisah dengannya. Kini ku berdoa, semoga kita di pertemukan kembali. Sms dia pun ku simpan di handphone ku "pulang dulu ya neng..smga prtemanan kita brlanjut', trmksh smuany mas nda bisa ngasih apa2, as wr wb"
bersambung, tunggu cerita selanjutnya, apa yang akan terjadi ..?? ga ada yang tau...semua'y rahasia Allah....:-)
Rabu, 21 April 2010
Jangan Mengeluh Jangan Gelisah III
Aku bertanya : Mengapa Aku merasa Frustasi ?
Al-quran menjawab :
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman. "
(Q.S. Al-imran ayat : 139)
Aku bertanya : Bagaimana Aku harus Menghadapinya?
Al-quran menjawab :
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan shalat ; sesungguhnya shalat itu amatlah berat, kecuali orang-orang yang khusyu. "
(Q.S. Al-baqarah ayat :45)
Aku bertanya : Kepada Siapa Kita Berharap?
Al-quran menjawab :
"Cukuplah Allah bagiku, tiada Tuhan selain dariNya, hanya kepadaNya aku bertawakal. "
(Q.S. At-Taubat ayat 129)
Aku Berkata : Aku Tak Tahan !!
Al-quran menjawab :
".....dan janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari Rahmat Allah melainkan kaum yang kafir. " (Q.S. Yusuf ayat : 12)
Aku bertanya : Mengapa Hati ini Tidak Tenang ??
Al_quran menjawab :
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, ingatlah hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tentram." (Q.S. Ar-rad ayat : 28)
Jangan Mengeluh Jangan Gelisah II
Aku Bertanya : Mengapa Ujian Seberat ini ?
Al-quran menjawab :
" Allah tidak membebani seseorang itu me;ainkan dengan kesanggupannya "
(Q.S. Al-Baqarah ayat : 286)
Aku bertanya : Mengapa Aku Tidak Mendapat yang Aku Idam-idamkan ?
Al-quran menjawab :
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi mu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagi mu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui"
(Q.S. Al-baqarah ayat : 216)
Al-quran menjawab :
" Allah tidak membebani seseorang itu me;ainkan dengan kesanggupannya "
(Q.S. Al-Baqarah ayat : 286)
Aku bertanya : Mengapa Aku Tidak Mendapat yang Aku Idam-idamkan ?
Al-quran menjawab :
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi mu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagi mu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui"
(Q.S. Al-baqarah ayat : 216)
Jangan Mengeluh Jangan Gelisah
Aku bertanya : Mengapa manusia di uji ?
"Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan "kami telah beriman" ,sedangkan mereka tidak di uji?
Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Surat Al-Ankabut 2-3)
Langganan:
Postingan (Atom)
